Alasan Bambang Widjojanto ditangkap Polisi & Kronologi

Bagaimana kronologi penangkapan dan apa alasan Bambang Widjojanto ditangkap polisi yang rupanya kembali terlibat gesekan dengan KPK

Kronologi berawal ketika Presiden Joko Widodo tiba-tiba mau mengganti Kapolri Jendral Sutarman, padahal masa jabatan masih tersisa 9 bulan sebelum pensiun, sesuatu yang diluar kebiasaan, hal ini memicu siapa yang akan menggantikan Jend Sutarman.

bambang widjojanto ditangkap




Akhirnya dipilihlah Jend Budi Gunawan sebagai calon kapolri, ketika sedang diajukan ke DPR sebagai calon tunggal, tiba-tiba KPK mengumumkan bahwa Jend Budi Gunawan BG) sebagai tersangka korupsi (gratifikasi/suap/hadiah) yang dilakukan beberapa tahun lalu. Hal ini membuat masyarakat menduga bahwa data diberikan ke KPK oleh saingan Jend BG (walaupun mungkin juga data dari hasil murni penelusuran KPK)

penangkapan bambang widjojanto

Bambang Widjojanto Ditangkap Polisi



DPR tentu saja tidak mau terlibat konflik, maka DPR langsung menyetujui Budi Gunawan sebagi calon tunggal sehingga bola panas kembali ke kepada presiden. BG sendiri tidak mengundurkan diri, karena itu presiden juga tersandra, sehingga akhirnya presiden mengangkat wakapolri sebagai PLT, Tetapi karena PLT harus konsultasi dengan DPR akhirnya wakapolri hanya disebut menjalankan tugas kapolri (konsekuensinya jabatan kapolri kosong)

Tetapi rupanya masih ada perasaan tidak senang karena jend BG yang merupakan salah satu personel terbaik Polri (lulusan terbaik dan juga sering menyabet predikat terbaik jika ada sekolah/kursus) tetapi di jadikan tersangka oleh KPK dalam timing yang begitu mengenaskan.

Penangkapan Bambang Wijoyanto


Selanjutnya pada 23 Januari 2015 pagi wakil ketua KPK Bambang Widjojanto ketika mengantar anak, ditangkap oleh Polisi (Bareskrim) dengan tuduhan menyuruh memberikan kesaksian palsu dalam suatu perkara di MK pada tahun 2010 (sumber dari berita TV one dan metro TV). Penangkapan menurut berita juga dilakukan dengan borgol padahal Bambang masih menjabat sebagai wakil ketua KPK yan gmerupakan lembaga resmi negara. Publik kembali kecewa karena perkara lama yang disangkakan sehingga , masyarakat menyangka seolah dicari-cari kesalahan sebagai balas dendam.


Kita tunggu apakah kasus cicak vs buaya akan terulang lagi?

beberapa hal yang perlu dicatat adalah :

1. Kenapa Presiden Jokowi harus mengganti Kapolri padahal masih tersisa jabatan 9 bulan . hal ini berakibat Jend Sutarman harus tetap ngantor walaupun sudah tidak menjabat Kapolri dan tentu ini adalah suatu hal yang dianggap merendahkan karena seorang jendral bintang 4 haus ngantor tanpa Jabatan yang jelas. mungkinkah ini adalah karma karena masalah jilbab polwan?

2. Dugaan masyarakat bahwa penggantian Kapolri atas desakan partai atau mungkin juga atas desakan relawan atau pendukung Jokowi lainnya (bisa dikarenakan Polisi lambat menangani kasus obor rakyat, atau mungkin juga masalah kasus lainnya)

3. KPK menetapkan Jend BG sebagai tersangka tiba-tiba ketika sudah ditetapkan sebagai calon tunggal kapolri sehingga tentu saja ini sangat menyinggung para personel kepolisian

4. Kepolisian menetapkan Bambang Widjojanto juga tiba-tiba dengan perkara usang, sehingga ada kesan balas dendam

walaupun secara hukum semua itu sah, tetap karena momentnya begitu pas rentetan kasus sehingga masyarakat menduga ada hal-hal diluar hukum (yaitu balas dendam atau politis)

Kita tunggu sampai kapankah para pejabat di negeri ini bisa legowo untuk tidak melakukan lagi tindakan korupsi, suap, balas dendam, dan lebih mementingkan kepentingan kelompok atau gengsi dibanding kepentingan kemakmuran dan keadilan bagi sulurh rakyat.

indeks : kenapa dana apa alasan Bambang Widjojanto ditangkap Polisi?
Apa pendapat anda atas kasus ini?

1 comment:






sponsored links




Terima kasih untuk Like/comment FB :